Sabtu, 24 November 2012

Puluhan Sayatan Otak Einstein Dipamerkan

Liputan 6 – Sen, 28 Nov 2011 

Liputan6.com, Philadelphia: Empat puluh enam bagian otak Albert Einstein, sang jenius penemu teori relativitas umum dipamerkan di Museum dan Perpusatakaan Sejarah Medis Mutter di Philadelphia, sejak pekan silam. Rencananya, pameran akan berlangsung selama sembilan hari.
Kurator Museum, Anna Dhody menjelaskan bahwa pengunjung dapat melihat 45 sayatan otak Einstein dan satu preparat yang diperbesar di bawah lensa. "Pameran otak Einstein diharapkan dapat memacu orang berpikir tentang ilmu otak dan fisiologi," papar Anna.
Ahli Patologi Thomas Harvey menjelaskan, pengambilan otak Einstein sempat menimbulkan kontroversi. Padahal, dirinya telah diberi hak oleh keluarga Einstein, tapi ternyata justru pihak keluarga membantah. Akibatnya, Harvey dipecat dari pekerjaannya.
Namun ia masih menyimpan otak Einstein. "Mengambil otak Einstein adalah bagian dari standar umum otopsi," tegas Harvey. Setelah dipecat dari pekerjaanya, ia membuat sayatan otak Einstein. Lalu, sayatan ini dihibahkan pada William Ehrich, seorang ahli patologi Philadelphia. Waktu Ehrich meninggal, dan sayatan ini sempat diberikan ke beberapa orang hingga akhirnya masuk Mutter.
Lucy Rorke-Adams, peneliti dari Rumah Sakit Khusus Anak di Philadelphia, mengungkapkan bahwa otak Einstein masih terlihat muda, secara mikroskopik. "Dia meninggal pada usia 76 tahun. Tapi jika Anda melihat otaknya, otaknya terlihat tidak tua," katanya.
Meski belum ada satu ilmuwan pun yang bisa menjelaskan faktor yang menyebabkan Einstein begitu pintar ditinjau dari otaknya, beberapa penelitian telah menyebutkan keunikan otak Einstein.
Einstein meninggal pada 1955 akibat abdominal aneurism. Namun ia merupakan salah satu fenomena di abad 20. Bahkan, hingga kini Einstein masih diperbicangkan terkait penelitian neutrino.(NatGeo/ADO)

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/puluhan-sayatan-otak-einstein-dipamerkan-095513114.html
Diakses tgl : 24 Nov 2012 pukul 00.02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar